Pages

Subscribe:

Labels

Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2011

Kemanakah Orientasi Perjuangan Mahasiswa

Sekarang ini merupakan era globalisasi dimana tingkat persaingan untuk hidup begitu tinggi dan cenderung tidak memiliki aturan. Posisi negara kita masih sangat tidak menguntungkan bila harus dihadapkan dengan situasi sekarang ini. Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan besar adalah di manakah peran kita sebagai mahasiswa Universitas Indonesia yang selama ini dikenal dengan kampus rakyat, yang sejak dahulu dikenal berisikan orang-orang pintar yang akan mengabdikan hidupnya untuk rakyat setelah memiliki modal di dalam kepalanya. Namun, keadaan sudah jauh berubah sekarang, mobil-mobil mewah lebih banyak terlihat masuk-keluar kampus, stigma di masyarakat pun perlahan berlubah, dari kampus rakyat menjadi kampus konglomerat.
Bagaimana tidak, karena status UI yang berubah menjadi BHMN membuat kampus ini perlahan namun pasti mengalami pemotongan subsidi dari pemerintah, yang secara logis bisa kita tarik kesimpulan bahwa biaya kuliah yang perlahan namun pasti juga mulai dibebankan kepada mahasiswa dan pada akhirnya hanya mahsiswa-mahasiswa yang berkecukupan secara finansial saja yang dapat merasakan nikmatnya belajar di UI.
Sebuah konsekuensi yang juga logis ketika kampus ini lebih banyak dipenuhi oleh orang-orang yang berada dalam zona nyaman mereka, yaitu sekaratnya pergerakan mahasiswa yang selama ini memang digerakkan oleh mahasiswa-mahasiswa yang berada di luar zona nyaman mereka ataupun oleh mahasiswa yang dengan berani keluar dari zona nyamannya untuk melihat realitas kehidupan bangsa ini dan ikut berjuang dengan segala idealisme yang dimilikinya. Mungkin banyak orang mengatakan pergerakan mahasiswa bukan lagi turun ke jalan-jalan berteriak-teriak menyuarakan suara rakyat melainkan dengan belajar segiat mungkin karena Indonesia butuh pemuda-pemuda pintar, tapi kenyataan berkata lain, prestasi akademis UI mulai menurun dengan sedikitnya mahasiswa UI yang mengirim karya ilmiahnya dalam lomba-lomba tingkat nasional maupun internasional dan ternyata pergerakan di jalan-jalan pun sudah sukar sekali diidentifikasi.
Seperti apakah bentuk pergerakan mahasiswa khususnya mahasiswa UI sekarang? Masihkah pantas kampus ini menyandang nama bangsa Indonesia akan tetapi sedikit sekali dari kita yang peduli dengan nasib bangsanya? Apakah keadaan ini tidak bisa diperbaiki, dan akan terus seperti ini?
BERSATULAH MAHASISWA…
BERGERAKLAH BERSAMA…
MENUJU BANGSA SEJAHTERA YANG KITA CINTA…
(by.sem)
 

Senin, 24 Oktober 2011

Kontribusi Mahasiswa Untuk Masyarakat


Mahasiswa merupakan tingkatan tertinggi dari sebuah usaha seseorang  untuk menuntut ilmu secara formal, setelah sebelumnya mengecap pendidikan di SD, SMP, dan SMA. Walaupun tentunya suatu upaya untuk menuntut ilmu akan terus berjalan sepanjang hayat. Untuk mencapai tingkatan tersebut tidak semua orang bisa mencapainya, butuh kemampuan lebih baik dalam hal intelektual maupun finansial. Untuk dapat menjadi mahasiswa di universitas harus melalui serangkaian ujian seleksi yang sangat sulit dan menyingkirkan puluhan ribu saingan lainnya, tidak cukup sampai di situ agar dapat masuk menjadi mahasiswa di sebuah kampus harus bersiap dengan biaya yang tidak sedikit, yang harus ditanggung oleh orangtua atau malah mahasiswa itu bekerjakeras sendiri untuk membiayai kuliahnya.
Sebagai mahasiswa selain memiliki kelebihan intelektulalitasnya, kita juga mendapat kesempatan untuk mendalami ilmu yang tidak semua orang bisa mendapatkannya, mahasiswa juga punya kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas lagi yang didapatkan dari  kesempatan yang dimilikinya untuk menjangkau pustaka-pustaka yang ada di kampus maupun dengan kesempatannya yang lebih mudah bertemu dengan tokoh-tokoh dalam kampus dan masyarakat. Dinamika kampus juga mampu memberi hal positif  karena kampus terdiri dari mahasiswa yang beragam asalnya, latar belakangnya, agama, pandangan politiknya, kondisi finansialnya dll., sehingga mahasiswa akan dapat lebih menghormati akan keragaman yang ada dalam masyarakat nantinya.
Namun mahasiswa sering terjebak dalam kondisi dimana statusnya dalam kampus hanya diartikan sempit dengan berkutat pada dunia kampus saja. Mahasiswa seperti itu menganggap bahwa tugasnya adalah sekedar belajar di kampus untuk pada akhirnya mencapai nilai IPK yang tinggi. Kalau memang begitu tentu akan sangat sia-sia kelebihan yang dimiliki mahasiswa hanya ditujukan untuk mendapat nilai IPK yang tinggi saja.
Memang tidak salah sebagai mahasiswa kita memiliki beban untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapat nilai yang baik sebagai tanggung jawab kita terhadap orangtua yang telah membiayai kita dan sebagai syarat untuk meniti karir nantinya setelah lulus. Tetapi tanggung jawab mahaiswa tidak hanya itu saja, menjadi mahasiswa tidak lantas terlepas dari dunia di luar kampus. Mahasiswa masih memiliki banyak tanggung jawab lain yang harus dipenuhi. Mahasiswa punya tanggung jawab untuk berkontribusi kepada masyarakat, dimana mahasiswa harus memiliki kepekaan untuk berkontribusi terhadap permasalahan yang terjadi di luar dirinya maupun kegiatan kampus. Baik itu masyarakat umum di lingkungan kampus maupun masyarakat di mana dia tinggal atau malah masyarakat yang lebih luas lagi. Terlebih kita yang ada di universitas negeri, dimana kampus kita dibangun dengan uang masyarakat kecil kita harus lebih memiliki tanggung jawab kepada masyarakat. Untuk itu sebagai mahasiswa diharapkan punya andil dan kontribusi nyata terhadap masyarakat.
Lalu kontribusi seperti apa yang dapat dilakukan mahasiswa untuk masyarakat? Ada banyak kontribusi yang dapat dilakukan mahasiswa untuk masyarakat, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa kontribusi terpenting yang harus dilakukan mahasiswa adalah belajar dan mengasah kemampuannya sebaik mingkin dalam bidang masing-masing sehingga nantinya bisa mengimplementasikan ilmunya dalam masyarakat dan memberi manfaat bagi orang banyak dan dirinya sendiri. Sebagai contoh, kita yang ada di fakultas psikologi, disiplin ilmu kita setelah lulus nanti bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan softskill masyarakat, meningkatkan moral, SDM dan pendidikan masyarakat dsb. Dibawah yang terpenting itu, seorang mahasiswa dapat berkontribusi dengan kemampuan intelektualnya untuk bisa memberi perubahan kondisi masyarakat ke arah yang lebih baik. Ini dapat dilakukan ketika masih menjadi mahasiswa. Selain itu mahasiswa juga dapat berkontribusi sebagai alat kontrol sosial, dimana mahasiswa memiliki keleluasaan untuk memberi kendali dan kritik terhadap pemerintah maupun masyarakat di saat terjadi pelanggaran dan ketidakadilan yang merugikan masyarakat.
Seperti yang dijelaskan di atas tadi sebaagai mahasiswa kita tidak hanya belajar saja, tetapi juga harus bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, tetapi juga tidak melupakan tugasnya sebagai mahasiswa. Jadi pada intinya harus tercipta keseimbangan antara akademik dan sosial pada mahasiswa, sehingga nantinya mampu menghadapi kehidupan masyarakat yang sesungguhnya serta berkontribusi penuh di dalamnya.

Sabtu, 08 Oktober 2011

peran mahasiswa

4 Peran Mahasiswa Mahasiswa memang menjadi komunitas yang unik di mana dalam catatan sejarah perubahan selalu menjadi garda terdepan dan motor penggerak perubahan . Mahasiswa di kenal dengan jiwa patriotnya serta pengorbanan yang tulus tanpa pamrih . Namun hanya sedikit rakyat Indonesia yang dapat merasakan dan punya kesempatan memperoleh perndidikan hingga ke jenjang ini karena system perekomian di Indonesia yang kapitalis serta biaya pendidikan yang begitu mahal sehingga kemiskinan menjadi bagian hidup rakyat ini . Dalam tulisan ini penulis memetakan ada ada empat peran mahasiswa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang akan di pikul .

1.Peran moral Mahasiswa yang dalam kehidupanya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan yang baik berarti telah meninggalkan amanah dan tanggung jawab sebagai kaum terpelajar . Jika hari ini kegiatan mahasiswa berorientasi pada hedonisme (hura – hura dan kesenanggan) maka berarti telah berada persimpangan jalan . Jika mahasiswa hari ini lebih suka mengisi waktu luang mereka dengan agenda rutin pacaran tanpa tahu dan mau ambil tahu tentang peruban di negeri ini, jika hari ini mahasiswa lebih suka dengan kegiatan festival musik dan kompetisi (entertaiment) dengan alasan kreatifitas, dibanding memperhatikan dan memperbaiki kondisi masyarakat dan mengalihkan kreatifitasnya pada hal – hal yang lebih ilmiah dan menyentuh kerakyat maka mahasiswa semacam ini adalah potret “generasi yang hilang “yaitu generasi yang terlena dan lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemuda dan mahasiswa. 2.Peran sosial Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang dalam atau dengan kata lain solidaritas sosial. Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat sekat kelompok, namun solidaritas sosial yang universal secara menyeluruh serta dapat melepaskan keangkuhan dan kesombongan. Mahasiswa tidak bisa melihat penderitaan orang lain, tidak bisa melihat poenderitan rakyat, tidak bisa melihat adanya kaum tertindas dan di biarkan begitu saja. Mahasiswa dengan sifat kasih dan sayangnya turun dan memberikan bantuan baik moril maupun materil bagi siapa saja yang memerlukannya. Sebagai contoh di Kalimantan Barat pada tahuan 1998 s/d 2000 pernah terjadi gelombang pengungsian besar – besaran akibat konflik sosial di daerah ini maka mahasiswa musti ikut memperhatikan masalah ini dengan memberikan bantuan baik secara moril maupun meteril serta pemikirannya serta ikut mencarikan solusi penanganan bencana kemanusiaan ini , Betapa peran sosial mahasiswa jauh dari pragmatisme ,dan rakyat dapat merasakan bahwa mahasiswa adalah bagian yang tak dapat terpisahkan dari rakyat, walaupun upaya yang sistimatis untuk memisahkan mahasiswa dari rakyat telah dan dengan gencar dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak ingin rakyat ini cerdas dan sadar akan problematika ummat yang terjadi. 3.Peran Akademik Sesibuk apapun mahasiswa, turun kejalan, turun ke rakyat dengan aksi sosialnya, sebanyak apapun agenda aktivitasnya jangan sampai membuat mahasiswa itu lupa bahwa adalah insan akademik. Mahasiswa dengan segala aktivitasnya harus tetap menjaga kuliahnya. Setiap orang tua pasti ingin anaknya selesai kuliah dan menjadi orang yang berhasil. Maka sebagai seorang anak berusahalah semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan keinginan itu, untuk mengukir masa depan yang cerah . Peran yang satu ini teramat sangat penting bagi kita, dan inilah yang membedakan kita dengan komonitas yang lain ,peran ini menjadi symbol dan miniatur kesuksesan kita dalam menjaga keseimbangan dan memajukan diri kita. Jika memang kegalan akademik telah terjadi maka segeralah bangkit,”nasi sudah jadi bubur maka bagaimana sekarang kita membuat bubur itu menjadi “ bubur ayam spesial “. Artinya jika sudah terlanjur gagal maka tetaplah bangkit seta mancari solusi alternatif untuk mengembangkan kemampuan diri meraih masa depan yang cerah dunia dan akhirat. 4.Peran politik Peran politik adalah peran yang paling berbahaya karena disini mahasiswa berfungsi sebagai presseur group ( group penekan ) bagi pemerintah yang zalim. Oleh karena itu pemerintah yang zalim merancang sedemikian rupa agar mahasiswa tidak mengambil peran yang satu ini. Pada masa ordebaru di mana daya kritis rakyat itu di pasung, siapa yang berbeda pemikiran dengan pemerintah langsung di cap sebagai makar dan kejahatan terhadap negara. Pemerintahan Orba tidak segan-segan membumi hanguskan setiap orang-orang yang kritis dan berseberangan dengan kebijakan pemerintah. Dalam dunia kampus pada tahun 1984 lewat mentri pendidikan Daud Yusuf pemerintah mengeluarkankebijakan NKK/BKK (Normalisasis kehidupan kampus).Yang melarang keras mahasiswa beraktifitas politik. Dan kebijakan ini terbukti ampuh memasung gerakan – gerakan mahasiswa yang membuat mahasiswa sibuk dengan kegiatan rutinjtas kampus sehinngga membuat mahasiswa terpenjara oleh system yang ada. Mahasiswa adalah kaum terpelajar dinamis yang penuh dengan kreativitas. Mahasiswa adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rakyat. Sekarang mari kita pertanyaan pada diri kita yang memegang label Mahasiswa, sudah seberapa jauh kita mengambil peran dalam diri kita dan lingkungan. [mamad]

Jumat, 07 Oktober 2011

mahasiswa teknik mengadakan diskusi

Sabtu (1/9/2011)sejumlah anggota pengurus Badan Exsekutip Mahasiswa (BEM)membahas suatu persiapan kegiatan Temu Ramah mahasiswa(ugp) yang di laksanakan pada sennin(16/10/2011) rapat tersebut di laksanakan di seketariat Badan Eksekutip Mahasiswa(BEM) Fakultas Teknik Ugp.di dalam pembentukan panitia tersebut sejumlah pengurus BEM saling bertukar pendapat antara penggurus dengan ketua panitia untuk melaksanakan kegiatan adapun kegiatan tersebut di antara nya adalah sebagai berikut
– temu ramah mahasiswa antar fakultas
pembagian sertifikat mahasiswa baru pada akhir kegiatan tersebut
ketua panitia Ihwan Darmawan mengharapkan kedepan nya bahwa di dalam seminar temu ramah ini bisa berjalan dengan baik dan setiap anggota yang terpilih menjadi panitia bisa bertangung jawab atas segala tugas yang telah di berikan oleh ketua pantia
selama saya menjadi pengurus bem banyak program program yang harus saya kerjakan di fakultas teknik seperti membuat majalah kampus dan membuat seminar tentang uu IT dan setatuta yang ada di fakultas teknik yang nantinya akan saya publikasikan kepada mahasiswa/i
rabu(5/10/2011)jam 02 saya berjumpa dengan teman-teman kuliah di ruangan 06 di kawasan fakultas teknik saya menanyakan kepada mereka tentang perkembangan selama dia kuliah di fakultas teknik ugp dia mengatakan bahwa mesuk kuliah itu tidak terlalu penting dan yang lebih penting itu absen dari dosen.
Yang membuat saya terpikir kenapa mahasiswa datang hanya untuk mencari absen,dan kenapa mahasiswa datang cuman 3D datang duduk diam tidak mau menggeluarkan pendapat sama sekali
Mungkin mereka belum ada yang menggarah kan untuk berpikir maju.
Kabid Pulhukam mengadakan pelatihan Pembuatan majalah kampus

sennin(02/9/2011) kabid pulhukam dari pengurus bem mendapat kan kesempatan untuk pelatihan teknis cara membuat majalah kampus yang bertempatan di kf batas kota jl.paya tumpi takengon.
Bang rudi batin mengatakan bahwa ada beberapa yang harus kita inggat dalam membuat majalah kampus yaitu WHO,WHAT WERE,WHEN dan WHY
agar tulisan kita semakin menarik saat orang lain membaca nya .