Posted on 10 Februari 2010 by sem
Mahasiswa merupakan tingkatan tertinggi dari sebuah usaha
seseorang untuk menuntut ilmu secara formal, setelah sebelumnya
mengecap pendidikan di SD, SMP, dan SMA. Walaupun tentunya suatu upaya
untuk menuntut ilmu akan terus berjalan sepanjang hayat. Untuk mencapai
tingkatan tersebut tidak semua orang bisa mencapainya, butuh kemampuan
lebih baik dalam hal intelektual maupun finansial. Untuk dapat menjadi
mahasiswa di universitas harus melalui serangkaian ujian seleksi yang
sangat sulit dan menyingkirkan puluhan ribu saingan lainnya, tidak cukup
sampai di situ agar dapat masuk menjadi mahasiswa di sebuah kampus
harus bersiap dengan biaya yang tidak sedikit, yang harus ditanggung
oleh orangtua atau malah mahasiswa itu bekerjakeras sendiri untuk
membiayai kuliahnya.
Sebagai mahasiswa selain memiliki kelebihan intelektulalitasnya, kita
juga mendapat kesempatan untuk mendalami ilmu yang tidak semua orang
bisa mendapatkannya, mahasiswa juga punya kesempatan untuk mendapatkan
pengetahuan yang lebih luas lagi yang didapatkan dari kesempatan yang
dimilikinya untuk menjangkau pustaka-pustaka yang ada di kampus maupun
dengan kesempatannya yang lebih mudah bertemu dengan tokoh-tokoh dalam
kampus dan masyarakat. Dinamika kampus juga mampu memberi hal positif
karena kampus terdiri dari mahasiswa yang beragam asalnya, latar
belakangnya, agama, pandangan politiknya, kondisi finansialnya dll.,
sehingga mahasiswa akan dapat lebih menghormati akan keragaman yang ada
dalam masyarakat nantinya.
Namun mahasiswa sering terjebak dalam kondisi dimana statusnya dalam
kampus hanya diartikan sempit dengan berkutat pada dunia kampus saja.
Mahasiswa seperti itu menganggap bahwa tugasnya adalah sekedar belajar
di kampus untuk pada akhirnya mencapai nilai IPK yang tinggi. Kalau
memang begitu tentu akan sangat sia-sia kelebihan yang dimiliki
mahasiswa hanya ditujukan untuk mendapat nilai IPK yang tinggi saja.
Memang tidak salah sebagai mahasiswa kita memiliki beban untuk
belajar dengan sungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapat nilai yang
baik sebagai tanggung jawab kita terhadap orangtua yang telah membiayai
kita dan sebagai syarat untuk meniti karir nantinya setelah lulus.
Tetapi tanggung jawab mahaiswa tidak hanya itu saja, menjadi mahasiswa
tidak lantas terlepas dari dunia di luar kampus. Mahasiswa masih
memiliki banyak tanggung jawab lain yang harus dipenuhi. Mahasiswa punya
tanggung jawab untuk berkontribusi kepada masyarakat, dimana mahasiswa
harus memiliki kepekaan untuk berkontribusi terhadap permasalahan yang
terjadi di luar dirinya maupun kegiatan kampus. Baik itu masyarakat umum
di lingkungan kampus maupun masyarakat di mana dia tinggal atau malah
masyarakat yang lebih luas lagi. Terlebih kita yang ada di universitas
negeri, dimana kampus kita dibangun dengan uang masyarakat kecil kita
harus lebih memiliki tanggung jawab kepada masyarakat. Untuk itu sebagai
mahasiswa diharapkan punya andil dan kontribusi nyata terhadap
masyarakat.
Lalu kontribusi seperti apa yang dapat dilakukan mahasiswa untuk
masyarakat? Ada banyak kontribusi yang dapat dilakukan mahasiswa untuk
masyarakat, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa kontribusi terpenting yang
harus dilakukan mahasiswa adalah belajar dan mengasah kemampuannya
sebaik mingkin dalam bidang masing-masing sehingga nantinya bisa
mengimplementasikan ilmunya dalam masyarakat dan memberi manfaat bagi
orang banyak dan dirinya sendiri. Sebagai contoh, kita yang ada di
fakultas psikologi, disiplin ilmu kita setelah lulus nanti bisa
dimanfaatkan untuk meningkatkan softskill masyarakat, meningkatkan
moral, SDM dan pendidikan masyarakat dsb. Dibawah yang terpenting itu,
seorang mahasiswa dapat berkontribusi dengan kemampuan intelektualnya
untuk bisa memberi perubahan kondisi masyarakat ke arah yang lebih baik.
Ini dapat dilakukan ketika masih menjadi mahasiswa. Selain itu
mahasiswa juga dapat berkontribusi sebagai alat kontrol sosial, dimana
mahasiswa memiliki keleluasaan untuk memberi kendali dan kritik terhadap
pemerintah maupun masyarakat di saat terjadi pelanggaran dan
ketidakadilan yang merugikan masyarakat.
Seperti yang dijelaskan di atas tadi sebaagai mahasiswa kita tidak
hanya belajar saja, tetapi juga harus bisa memberikan kontribusi nyata
kepada masyarakat, tetapi juga tidak melupakan tugasnya sebagai
mahasiswa. Jadi pada intinya harus tercipta keseimbangan antara akademik
dan sosial pada mahasiswa, sehingga nantinya mampu menghadapi kehidupan
masyarakat yang sesungguhnya serta berkontribusi penuh di dalamnya.